Beberapa fakta:
a. Bung Karno dalam salah satu pidatonya pernah berkata “..kalau Jepang
tidak memberikan kemerdekaan kepada kita, maka saya akan minta USA utk
membom Jepang..”
b. Bung Karno diangkat jadi ketua PBB. Bukankah pada waktu itu orang
asing banyak yang lebih pintar dari Bung Karno? Tak aneh lagi, karena
berdirinya Bank Dunia berasal dari aset Raja Nusantara. Sampai saat ini,
tidak ada jabatan Ketua PBB selain Bung Karno, yang ada hanyalah
Sekjen.
Catatan:
Tahun 1945, untuk membangun negara, kalau Bung Karno jujur dan benar
(tidak ambisius), seharusnya mengumpulkan para Sultan dan Raja Nusantara
untuk diberi tahu jika para buyutnya (Raja Nusantara) pada abad-17,
menyimpan hartanya di Bank Juchrigh-Jerman. Kenapa Bung Karno bungkam?
6. Antara tahun 1950 – 1953, Bung Karno memberikan pelimpahan
coleteral kepada kolega & keluarganya, yang berasal dari aset para
Raja Nusantara yang dihibahkan atas nama pribadi Bung Karno. Yang kini
sudah pada balik nama.
7. Tahun 1954, sebagian sisa Dana Koleteral tsb dibagikan dalam
bentuk amanah kepada 73 orang Tokoh Negara & Ulama. Karena ada
kepentingan “politik praktis”. Tahun 1955 pemilu pertama, Bung Karno
diangkat Presiden “seumur hidup”
Catatan:
a. Penerima “pelimpahan colateral” mendapatkan Royalti, namun pemegang
amanah tidak mendapatkan Royalti. Siapakah yang menikmati royalti atas
dana coleteral dari Bank Dunia? Siapa lagi kalau bukan kolega &
keluarganya.
b. Perlu pendirian “LEVARN” (Lembaga Executive Verifiksi Aset Raja Nusantra)
c. Maksud dan tujuan: Atas tersimpannya Aset Raja Nusantra, baik milik
Raja/Kesultanan: Cirebon, Pakuan, Banten, Deli, Riau, Kutai, Makassar,
Bone, Goa, Luwut, Ternate, dan lainnya, yang disimpan pada awal Abad-17
di Bank Zuchrigh, Jerman dengan nilai ratusan trliyun dollar Amerika
yang telah dihibahkan ke pribadi Ir.Soekarno (Rekyasa JO. AS) untuk
modal awal pembentukan Bank Dunia, kini sudah pada balik nama atas nama
keluarga & koleganya (diluar amanah) ini harus diverifikasi / tata
Juridis Formil untuk ketetapan hak bagi ahli waris dan negara.
d. Dalam pertemuan para Sultan se-Indonesia di Bali pada tahun 2000-an
lalu. Selaku ahli waris mengharapkan keadilan hak atas harta yang
digelapkan. Sehingga para pemegang amanah dan lainnya menyadari atas
keganjilan hibah tersebut.
8. Mengapa Bung Karno keluar dari PBB & pidatonya antara tahun 1959
sampai dengan 1963, berapi-api anti imperialis, anti nekolim? Karena
coleteralnya ternyata tidak bisa dicairkan dan digunakan untuk
pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan REPELITA yg telah
diprogram. Alias dipersulit oleh Amerika.
9. Amerika berkepentingan untuk membungkam Bung Karno, selain karena
alasan dana coleteral tersebut, juga karena Bung Karno membentuk “Poros
Segitiga” Peking-Jakarta-Pyongyang. Selanjutnya melalui konspirasi &
tipu daya, AS bertindak sebagai dalang atas lengsernya Bung Karno.
10. Tiga orang Jenderal terlibat dalam gerakan bawah tanah buatan AS,
datang dan menodongkan senjata kepada Bung Karno untuk menandatangani
SUPERSEMAR.
Catatan:
Kemudian isi Supersemar diubah (dipalsukan) dan diserahkan kepada
Soeharto. Soeharto tidak mengetahui tentang pemalsuan Supersemar
tersebut dan menjalankan Supersemar dengan baik. Soeharto baru
mengetahui hal tersebut sekitar tahun 1980-an. Namun sudah terlambat dan
sejarah sudah terlanjur dituliskan.
11. Tahun 1967, Soekarno lengser & Soeharto menjabat sebagai Presiden RI.
12. Sekitar tahun 1995, tujuh orang pemegang Surat Amanah dari
Soekarno, menghadap Soeharto agar Pemerintah dapat menggunakan Dana
Coletral tersebut untuk pembangunan Indonesia.
Catatan:
Dana Coletral tersebut (yang ada di Bank Dunia) tidak dapat dicairkan,
namun dapat digunakan untuk “jaminan cetak uang”. Soeharto mengajukan
ijin utk pencetakan uang Rupiah atas jaminan Dana Coletral tersebut.
13. Dilakukan Sidang Moneter Internasional, dengan salah satu agenda
untuk membahas rencana pencetakan uang Rupiah oleh pemerintah RI.
Sepuluh negara menolak untuk memberikan ijin (termasuk AS &
sekutunya), sisanya mengijinkan. Atas dasar voting, maka pemerintah RI
diijinkan utk mencetak uang sebesar “Rp. 20.000 trilyun” dengan jaminan
lima Coleteral (Salah satu Coleteral tsb adalah milik Kerajaan Cirebon
sebesar 13.000 trilyun)
Catatan:
AS tdk memberikan ijin, karena khawatir Soeharto akan membangkitkan
DUNIA ISLAM. Karena thn 1987 Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila sudah
mulai merintis dan menggalakkan bantuan untuk pembangunan masjid di
seluruh Indonesia. Mbak Tutut sudah mulai memakai kerudung &
dianggap sebagai simbol kebangkitan dunia Islam.
14. Pencetakan uang dilakukan di Jerman & Israel (pemenang tender
adalah Australia). Disisi lain AS & sekutunya mulai melakukan
konspirasi untuk merusak stabilitas Ekonomi Internasional.
15. Maret 1997, secara bertahap IDR (Indonesia Rupiah) sdh mulai
masuk ke Indonesia (masih berstatus atas nama Amanah yang ditempatkan di
luar gudang BI). Baru sekitar 9% IDR tsb yg diregristasi oleh BI,
terjadilah “krisis moneter” karena George Soros melakukan transaksi
“pembelian Rupiah” secara besar-besaran yang dibayar dengan US Dollar.
IDR dicetak dalam cetakan uang plastik pecahan Rp.100.000,- tahun
cetakan 1997.
Catatan:
Pak Harto berencana dalam periode tahun 1998 – 2003, Try Sutrisno
menjabat sebagai Wakil Presiden. Tahun 2000 Pak Harto membuat pondasi
sebagai landasan kuat dalam pembangunan tinggal landas untuk take off
menuju adil & makmur. Tahun 2002, Pak Harto berencana untuk
mengundurkan diri dan dilanjutkan oleh wakilnya Try Sutrisno sebagai
presiden.
16. Amerika semakin gencar melakukan konspirasi, sadar atau tidak sadar
banyak unsur masyarakat yang sudah masuk dalam tipu daya dan skenario
AS.
Catatan:
a. Banyak mahasiswa dan rakyat yang merasa idealis dan menuntut
lengsernya Soeharto. Namun sesungguhnya mereka tidak sadar bahwa ini
semua adalah skenario AS untuk menurunkan Soeharto.
b. Beberapa “tokoh boneka politik” bentukan AS, yaitu empat orang yang dikenal dengan sebutan “SMAG”
c. Terjadinya Kerusuhan Mei, yang dikoordinir oleh seorang tokoh pemuda atas cetakan SMAG.
17. Mei 1998, Soeharto lengser dan BJ Habibie menjabat sebagai presiden RI.
18. Semua mata uang Rupiah pada akhirnya sampai di Indonesia, Pak Harto
memerintahkan 49 orang jenderal (7 orang Jenderal Bintang empat dan 42
orang Jenderal Bintang dua) untuk mengamankan gudang-gudang IDR yang
masih berstatus atas nama Amanah.
19. BJ Habibie dipolitisir oleh AS untuk merealisasi Referendum di
TimTim, dengan janji apabila terlaksana dengan ‘jujur dan adil’ maka
Habibie akan didukung untuk menjabat sebagai Presiden RI untuk periode
selanjutnya.
Catatan:
Habibie ditipu mentah oleh AS dan sekutunya. Hasil jajak pendapat Timor
Timur dimanipulasi (termasuk yang dihitung di Gedung Putih-AS, tidak
dihitung di lapangan) dan berujung pada lepasnya Timor Timur dari NKRI.
Itulah jatuhnya Habibie akibat dampak tertipu politik praktis. Karena
Habibie sejatinya bukan orang “misi AS”, melainkan Habibie adalah
“Jerman-isme”.
20. Rapuhnya Pemerintahan RI dan perekonomiannya akibat “Mafia Berkeley”
dan sebagian besar tokoh-tokoh negara terlibat dalam dosa “Kerusuhan
Mei”. Amerika memegang kartu tokoh-tokoh negara tersebut, lalu leluasa
untuk mendikte pemerintah. Boleh dikata, semenjak itu pemerintahan hanya
menjadi “boneka AS” dan tdk mampu untuk lepas dari cengkraman AS.
21. Jadi dari semuanya:
a. Kebenaran ini dituliskan bukan utk menyudutkan PIHAK-PIHAK TERTENTU, namun utk MENEGAKKAN SEBUAH KEBENARAN.
b. Bangsa Indonesia sangat beruntung telah memiliki 2 orang PUTRA TERBAIKNYA yaitu SOEKARNO & SOEHARTO.
c. Rapatkan barisan, jangan mudah teradu domba oleh KONSPIRASI AS &
sekutunya. Tumbuhkan jiwa patriotik kita, karena bisa jadi melalui
konspirasi AS, perang Afganistan dan Irak juga dapat terjadi di Tanah
Air yg kita cintai ini. Juga perang antar suku dan golongan di dalam
negeri seperti di negara-negara Afrika, Korea Utara – Selatan, Vietnam
Utara-Selatan, Bosnia, Mesir, Libya dan lain-lain.
d. Atas Cronologis harta Soekarno tersebut, pada prinsipnya kita para
“pemegang amanah” dan penerima “pelimpahan Colateral”, perlu untuk
menyadari bahwa pelaksanaan “Hibah Aset Raja Nusantara kepada pribadi
Bung Karno adalah “CACAT HUKUM”
e. Jadi masalah Barang dan Harta Amanah Bung Karno bukan urusan kita,
melainkan urusan “karuhun”? Itu semua hanya panggung sandiwara.