Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Benarkah Sensor Cyber Gejala Kekuasaan Tak Terkendali...?



Kalau dunia membicarakan soal ini, lalu bagaimana dengan Indonesia...? benarkah Sensor Cyber adalah gejalah Kekuasaan tak terkendali...? hehe... semoga tidak, justeru sebaliknya, saking bebasnya Warga Dumay di Indonesia seakan tak punya batas dan aturan, utamanya di Media Sosial betapa banyak yang tak beretika, bebas menghujat, memfitnah dan seterusnya.

Bertepatan dengan Hari Melawan Sensor Cyber Sedunia, DW menengok segelintir negara yang lama bergelut 
dengan isu ini. Pengguna internet di Iran dan Cina bertahun-tahun menyadari mereka diawasi.
Pembeberan aktivitas NSA oleh Edward Snowden memperjelas kepada warga dunia bahwa komunikasi digital mereka dilacak dan disimpan oleh badan mata-mata Amerika tersebut.

Itulah mengapa NSA dan mitranya di Inggris, GCHQ, termasuk dalam daftar Musuh Internet 2014 yang dirilis hari Rabu (12/3) oleh Reporter Lintas Batas.

Setahun terakhir cukup berat bagi kebebasan berbicara di internet

"Metode pengawasan massal yang digunakan NSA tidak dapat ditoleransi karena mereka akan digunakan dan sudah digunakan oleh pemerintahan di Iran, Cina, Turkmenistan, Arab Saudi dan Bahrain untuk membenarkan pelanggaran mereka terhadap kebebasan informasi," demikian tertulis dalam laporan. "Bagaimana bisa negara-negara demokratis menuntut perlindungan terhadap jurnalis apabila mereka sendiri mengadopsi praktek yang dikritik dari rezim otoriter?"

Dalam laporan, Amerika Serikat dan Inggris berdampingan dengan rezim di Teheran dan Beijing, yang sudah lama dihujani kritik internasional karena praktek sensor dan pengawasan di internet.
Meski Presiden Iran Hassan Rouhani memberi sedikit pelonggaran, pihak berwenang di Iran terus mengembangkan 'internet nasional' - disebut 'internet halal' - yang akan memutus akses terhadap materi yang dianggap tidak dapat diterima, diungkapkan melalui laporan tersebut.

"Terjadi fluktuasi pada permukaan, termasuk Presiden Rouhani yang menggunakan Twitter, namun masalah yang mendalam masih tetap ada," kata Arash Abadpour, seorang blogger Iran yang bermukim di Toronto, kepada DW. "Rezim yang memfilter adalah kenyataan. Internet nasional semakin mendekat, dan masih ada kriminalisasi terhadap aktivitas online."


Jaringan 'halal' nasional dapat menggeser warga Iran dari internet global. 
Jaringan nasional di Iran, yang menyediakan layanan bagi Iran tanpa menghubungkan mereka ke jaringan internet global, dapat dikembangkan berkat bantuan otoritas internet Cina yang bertanggung jawab dalam menciptakan Firewall Raksasa, yang bertahun-tahun menyensor atau memfilter materi online dari pengguna internet di Cina.

Sumber  : Media Centre
Laporan : Putri Tungga Dewi

BJ HABIBIE TOKOH PANUTAN

Sudah membaca buku kisah "Ainun dan Habibie" atau bahkan sudah menonton filmnya? Mungkin kebanyakan anda lebih tertarik dan tersentuh dengan kisah romantis kesetiaan sepasang suami istri, namun justru yang saya rasakan di sepanjang tulisan dalam buku dan film, adalah sebuah pertunjukan "peperangan" dari seorang anak bangsa kepada kebijakan pemerintahnya yang tidak berdaulat dan "tamparan" bagi budaya bangsanya yang tidak mandiri di atas tanah airnya sendiri. 
Contohnya, bagaimana tidak mandirinya indonesia yg menjadi budak ditanah airnya sendiri.
Pada paruh tahun 80an akhir, sosok Habibie menjelma menjadi idola dan simbol sosok intelektual yang shalih. Seorang intelektual yang mumpuni diakui dunia barat, yang secara material sudah kaya karena royalti dari rancangan sayap pesawat terbang yang terus mengalir seumur hidup, dan digambarkan sebagai sosok yang taat dan rajin beribadah, bahkan tidak pernah meninggalkan puasa sunnah hari Senin dan Kamis.

Pada masanya bahkan masih sampai kini, sosok ini menjadi model bagi banyak sekolah dan lembaga pendidikan Islam, dengan jargon "mencetak cendekiawan yang berotak Jerman dan berhati Mekkah". Beberapa pihak bahkan menyebut sekolahnya sebagai lembaga yang mencetak Ulil Albab. Bisa jadi karena sedikit banyak sosok Habibie waktu masa itu dianggap pantas sebagai model Ulil Albab dalam perspektif cendekiawan.

Begitulah, "ruh intelektual" dari sosok Habibie nampaknya lebih kental dikenal dari "ruh pejuang". Makna Ulil Albab pun menyempit menjadi makna seorang cendekiawan pandai yang memiliki kesalihan personal. 
 
Efeknya adalah lahirlah konsep2 pendidikan Islam yang berupaya memadukan kedua sisi itu dengan nama "IMTAQ dan IPTEK", dengan ciri khas bergedung hebat, berorientasi mecusuar dan elitis alias terpisah dari masyarakatnya, sebagaimana pusat menara gading para intelektual. Apa yang salah? Mungkin tiada yang salah, namun yang kurang adalah memunculkan "ruh perlawanan" untuk membebaskan bangsanya dari penindasan bangsa lain dan memperjuangkannya menjadi bangsa yang berdaulat dan mandiri. Sesungguhnya itulah esensi semangat dari Habibie muda.

Benarkah Habibie hanya seorang Intelektual atau Cendekiawan saja? Sejak menginjakkan kaki di Jerman, yang ada di kepala Habibie adalah membuat pesawat untuk Indonesia, untuk mensejahterakan bangsanya, untuk keadilan sosial di negerinya. Hanya itu! Bukan sebagaimana cita2 para mahasiswa hasil gemblengan pendidikan berorientasi kelas pekerja, yaitu bekerja di perusahaan besar dengan gaji besar.  
Habibie muda sadar dengan potensinya di  

masa depan. Ia mendatangi pemerintah dan menawarkan untuk membangun Industri Pesawat sendiri. Mental demikian mustahil lahir dari jiwa2 yang tidak merdeka dan tidak mencintai Indonesia.

Soekarno dan pemerintahannya tidak mendengar jelas suara itu. Maka, habibie muda melakukan perlawanan. Ia bekerja di negeri  Jerman, hasil karyanya begitu dihargai. 

Bahkan sindiran2 tentang Indonesia, seakan sirna dengan karya-karya yang
dibuat oleh Habibie.


Rezim Soekarno berubah menjadi Rezim Soeharto. Nama habibie yang sudah meroket di luar negeri, membuat ketertarikan rezim pemerintahan Soeharto. Yang ingin dilakukan Soeharto adalah menjadikan Indonesia menjadi macan di asia. Maka, ia membutuhkan hal2 yang mendukung itu. Teknologi salah satunya.
 

Habibie pun dipanggil. Dia diminta memimpin proyek industri transportasi Indonesia. Lagi-lagi habibie, melihat jeli masa depan Indonesia yang jaya. Ia yakin benar, bila 
Industri Strategis dikembangkan sedemikian rupa, maka Indonesia yang terdiri atas 17.000 kepulauan ini berubah menjadi pesat. Mantan ketua umum ICMI ini, menyadari  
bahwa selaiknya potensi besar negeri ini disadari.

Visi Habibie terhadap teknologi adalah agar bangsa ini berdaulat, agar pulau2 terpencil bisa terhubung dan sejahtera, agar putra bangsa bisa membuat sendiri pesawat yang murah namun canggih sesuai kebutuhan bangsa ini. Bandingkan dengan visi teknologi dari mobil nasional, robot
nasional dsbnya yang hanya berorientasi industri semata.

“I have some figures which compare the cost of 1kg of airplane compared to 1kg of rice. 1kg of airplane costs $30000 and 1kg of rice is $0,07. And if you want to pay for your 1kg of high-tech products with a kg of rice, I don’t think we have enough.” (Sumber : BBC: BJ Habibie Profile -1998.)

Kalimat diatas merupakan senjata Habibie untuk berdebat dengan lawan politiknya. Habibie ingin menjelaskan mengapa industri berteknologi itu sangat penting. Dan ia membandingkan harga produk dari industri high-tech (teknologi tinggi) dengan hasil pertanian. Ia menunjukkan data bahwa harga 1 kg pesawat terbang adalah $30.000 dan 1 kg beras adalah 7 sen. Artinya 1 kg pesawat terbang hampir setara dengan 450 ton beras. Jadi dengan membuat 1 buah pesawat dengan massa 10 ton, maka akan diperoleh 4,5 juta ton beras.


Jadi Habibie sungguh-sungguh menginginkan bangsa ini berdaulat, bukan sekedar mempelajari dan membuat teknologi yang tidak ada kaitannya dengan kondisi bangsa kini dan masa depan.

Proyek pesawat terbang, gatotkaca mengguncang dunia. Barat melalui media, berupaya melunturkan semangat kebangkitan Indonesia. Bahkan, Soeharto yang arogan itu, kini menjadi musuh masa depan bagi Kapitalisme Eropa dan Amerika.

Dikisahkan, kritik terhadap permainan Korupsi terlihat. Bagaimana mudahnya cara-cara tender kotor sering dilakukan. Habibie mengkritik itu semua. Siapa yang tidak tahu semua Partai dan Pengusaha menghalalkan konspirasi tender proyek pemerintahan untuk logistik pemilu mereka.

Jujur, Indonesia tidak pernah kekurangan para Teknokrat yang memiliki kapasitas keilmuan di atas teknokrat barat. Indonesia memliki pula para Politikus ulung yang bersahaja, taqwa bahkan jenius dalam membuat kebijakan pro-rakyat. Indonesia memiliki para ahli kesehatan yang sangat konsen dalam menyelesaikan krisis kesehatan dan penyakit. Bahkan, bila diberikan keleluasaan dan peluang bisa jadi Obat HIV/AIDS itu dapat ditemukan.

Potensi Indonesia ini begitu besar. Sangat besar sebesar luasnya wilayah teritorial Indonesia. Inilah pentingnya ruh perjuangan dan pembebasan atas penindasan dan penguatan kemandirian bangsa ditanamkan di sekolah-sekolah. Lihatlah bagaimana ruh intelektual berpadu dengan ruh pembebasan atas penindasan ini nampak pada sosok HOS Cokroaminoto, Ahmad Dahlan, Ki Hadjar Dewantoro, M. Hatta, Kartini dsb.

Alangkah jahatnya (bukan lucunya) para pemimpin negeri ini. Mereka kurang bersahabat dengan nurani dan tidak mensyukuri karunia ilahi atas Indonesia. Politik kotor telah jadi kebiasaan dan dihalalkan atas nama kepentingan kelompok. NeoKapitalisme telah subur dan mencengkram. Diperparah oleh sekolah dan lembaga pendidikan yang hanya berorientasi melahirkan intelektual atau kelas pekerja. Padahal sejatinya pendidikan melahirkan jiwa-jiwa pembebas penindasan negeri ini melalui beragam potensi yang dimiliki anak-anak Indonesia, teknologi adalah salah satunya.

Alhasil, sampai kapanpun maka Indonesia akan jalan ditempat. Kita tidak sekedar butuh banyak habibie baru, tetapi mereka yang berani berkata benar, memberikan kemampuannya dengan keseriusan dalam membangun negeri, dan tentu negeri yang besar tidak akan melupakan Tuhannya. Maka, sepatutnya lahir para birokrat, politikus, teknokrat, ilmuwan dan akademisi serta kaum muda yang mau berjuang untuk membebaskan negeri ini karena Allah SWT

Lihatlah bagaimana Habibie dengan kecintaannya pada Technology berhasil memadukannya dengan kecintaan pada Indonesia, kecintaan pada bangsa Indonesia dan kecintaan pada keluarganya. Semuanya adalah karunia Allah swt yang mesti disyukuri secara terpadu dengan perjuangan sampai mati. Bukan kecintaan pada kelompok dan golongan, dengan mengatasnamakan cinta pada Indonesia.

Kita semua yang masih mencintai negeri ini tentu merasa sedih dan terpukul ketika menyaksikan Habibie ditemani Ainun masuk ke dalam hanggar pesawat di PTDI, menyaksikan pesawat CN235. karya anak bangsa yang diperjuangkan dengan jiwa dan raga, teronggok bagai besi tua. Tiada yang berteriak membela, tiada yang peduli. Semua bungkam masa bodoh. Sambil memegang tangan Ainun, Habibie berkata: "Maafkan aku untuk waktu-waktu mu dan anak-anak yang telah kuambil demi cita-cita ini"
Sesungguhnya kita tidak sedang menangisi Habibie, tetapi sesungguhnya kita seolah sedang ditampar oleh Habibie, kita sedang menangisi diri sendiri, menangisi ketidakmampuan kita untuk menjadi seperti Habibie atau membuat pendidikan yang banyak melahirkan Habibie.

Menjadi seperti Habibie, bukan untuk menjadi intelektual seperti Beliau, namun untuk memiliki cinta murni yang sama, yaitu Cinta pada potensi unik pribadi kita, Cinta pada Bangsa ini, Cinta pada Alam Indonesia, Cinta pada Keluarga, Cinta pada Allah Swt, Cinta pada semua karunia yang ada lalu kemudian memadukannya dalam Perjuangan di Jalan Allah untuk membebaskan bangsa dan manusia demi Peradaban yang lebih adil dan damai. Habibie menyebutnya keterpaduan ini dengan Manunggal.
Habibie berkata:

”Manunggal adalah ”Compatible” atau kesesuaian, Karena dalam cinta sejati terdapat empat elemen berupa, Cinta yang mumi, cinta yang suci, cinta yang sejati dan cinta yang sempurna...


Sumber  : Kompas Forum
Editor    : Putri


 

NTT Kembangkan Energi Biogas Kotoran Sapi



Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengembangkan energi biogas dari kotoran ternak sapi. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan Ternak, Dinas Peternakan NTT Edison Birelawa mengatakan, pengembangan energi biogas ini untuk membantu petani dan peternak di pedesaan yang belum terjangkau listrik.
 
“Listrik ini bisa digunakan misalnya mulai dari jam 6 bisa terus hingga jam 11 malam baru biogas itu habis. Untuk besoknya bisa dipakai yang baru lagi. Jadi ini juga bisa untuk penghematan bahan bakar. Kita dari peternakan terus mengenalkan biogas ini,” kata Edison.

Dia menambahkan, pemanfaatan energi biogas dari kotoran ternak sapi bisa menghemat penggunaan minyak dan kayu bakar.


Menurutnya, satu meter kubik kotoran sapi setara dengan 0,62 liter minyak tanah; 0,52 liter solar; 0,80 liter bensin dan 0,46 kilogram gas elpiji. Satu ekor sapi, kata Edison, bisa menghasilkan kotoran 10 sampai 30 kilogram per hari.

Sumber  : Grendradio 89,2 FM
Editor    : Putri

Jadikan Kotoran Sapi Sumber Energi Alternatif


Usaha pencarian dan pengembangan energi alternatif (terbarukan) non bahan bakar minyak (BBM) terus diupayakan. Hal ini untuk mengatasi persoalan krisis energi berbahan fosil (minyak bumi/BBM) yang belakangan ini jumlahnya semakin terbatas. Salah satunya adalah pemanfaatan kekayaan sumber daya peternakan Indonesia yang menyimpan potensi energi terbarukan, yakni biogas. Biogas merupakan sumber energi alternatif yang berasal dari kotoran sapi.
Sektor pertanian memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai penghasil pangan semata, melainkan diharapkan mampu menghidupi industri pengolahan dan hasil-hasilnya. Melihat posisi tersebut, perlu adanya dukungan pemenuhan kebutuhan energi yang mencukupi dengan sistem yang terintegrasi.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (BPPTK) Gunung Kidul, Yogyakarta telah memunculkan suatu sistem pertanian terintegrasi atau terpadu tersebut. Sistem Pertanian Terpadu ini berangkat dari pengembangan peternakan sapi yang menghasilkan kotoran melimpah, diolah dengan alat biogas untuk menopang kebutuhan pertanian.

Artinya, alat biogas mampu menghasilkan energi bagi kebutuhan rumah tangga petani dan olahannya. Selain itu, efluen(sampah) biogas bisa digunakan sebagai sumber pupuk organik yang dipakai untuk bercocok tanam maupun tambahan hijauan pakan ternak. “Terintegrasi berarti seperti sebuah siklus. Semua komponen dalam sistem bekerja dan menghasilkan manfaat yang memberi nilai tambah ekonomi,” ungkap Satriyo Krido Wahono, Peneliti UPT BPPTK LIPI Yogyakarta.
Menurutnya, selain memadukan pertanian dan peternakan, sistem ini juga merambah pada budidaya perikanan. “Ada keterkaitan antara biogas dari kotoran sapi sebagai sumber energi yang juga termanfaatkan untuk pupuk organik, dengan olahan sampah biogas untuk media budidaya ternak lain, seperti ikan,” tambahnya.
Alat Biogas
Salah satu kunci utama dalam sistem pertanian terpadu adalah penggunaan alat pengolah kotoran sapi menjadi biogas. Melihat secara teknis, Satriyo menjelaskan, alat biogas atau sering disebut digester biogas biasanya dibuat sesuai kebutuhan di lingkup peternakan maupun pertanian yang ada.
Hardi Julendra, Peneliti sekaligus Kepala UPT BPPTK LIPI Yogyakarta mengungkapkan, penerapan sistem pertanian terpadu berbasis alat biogas salah satunya diujicobakan dalam penelitian di daerah Kapitan Meo, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Penelitian dilakukan dengan membuat unit biogas dengan kapasitas 27.000 liter,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, alat biogas itu dibuat dengan ukuran nominal penampung gas diameter 3 meter (m) dan tinggi 2,4 m. Volume tersebut diasumsikan untuk menampung kotoran sapi sebanyak 9 ekor. “Bahan pembuatan digestermenggunakan beton bertulang, saluran pengumpan dan efluen-nya (saluran sampah) dari pipa PVC diameter 4 inchi,” imbuhnya.
Kemudian, Andi Febrisiantosa, Peneliti UPT BPPTK LIPI Yogyakarta lainnya menambahkan, bak pengumpan dan efluen berasal dari pasangan bata batako dengan diameter 300 cm, tinggi 240 cm dan kapasitas tampungnya 15.000 liter.
Proses Kerja
Andi menjelaskan, sistem kerja alat biogas bermula dari pengumpanan digester dilakukan dengan pengglontoran dan pengenceran kotoran sapi. Pengenceran dilakukan melalui penyampuran kotoran dengan air sehingga berbentuk lumpur. Lumpur kotoran dialirkan melalui parit yang dilengkapi jeruji pada posisi dekat lubang pemasukan digester (alat biogas) untuk memisahkan sisa pakan. “Dengan adanya jeruji pemisah tersebut, sisa pakan akan tertahan sedangkan lumpurnya masuk ke dalam digester,” tambahnya.
Dikatakan Andi, alat biogas akan memproses lumpur dan menghasilkan gas yang disalurkan ke perumahan dan digunakan sebagai bahan bakar kompor dan generator set (genset) berbahan bakar gas dengan kapasitas 750 watt 220 volt. “Bahan bakar gas yang diharapkan adalah CH4 atau gas metana,” tandas Andi.
Selain menghasilkan gas untuk listrik, Satriyo menambahkan, sisa sampah biogas yang keluar dari pipa pembuangan dalam bentuk lumpur dapat pula dimanfaatkan sebagai pupuk organik. “Caranya dilakukan pemisahan antara padat dengan cair dengan pengendapan dan penyaringan. Padatan diendapkan satu malam serta cairannya disaring selanjutnya dianalisa kandungan mineralnya,” urainya.
Keduanya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik asal kandungannya sesuai yang disyaratkan. Tak hanya itu saja, dia menuturkan, sisa biogas tersebut juga bisa dipakai untuk media budidaya ikan maupun cacing (pakan ikan). “Sistem pertanian terpadu berbasis biogas berupaya mengoptimalisasi pemanfaatan limbah yang terbentuk agar lebih ramah lingkungan,” pungkasnya.

Pengoptimalan Gas Metana dengan Filter Biogas
Terkadang hasil pengolahan kotoran sapi dari digester (alat biogas) belum menghasilkan gas CH4 alias metana (gas yang berperan untuk energi listrik maupun lainnya) secara maksimal. Hasilnya adalah energi gas untuk menghidupkan kompor maupun genset kurang optimal.
Satriyo Krido Wahono, Peneliti UPT BPPTK LIPI Yogyakarta mengatakan, untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah menciptakan alat filter biogas. “Tujuan filter adalah meningkatkan performa biogas dengan pemurnian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, spesifikasi alat ini berukuran berat 2.500 gram per paket berbentuk silinder dengan panjang antara 50-70 cm dan diameter (ukuran tengah) 10-12 cm. “Filter tersebut terpisah dari digesterdan harga di pasaran sekitar Rp 1 juta per paket,” tambahnya.
Adapun keunggulan alat itu, Satriyo menyebutkan bahwa materi penyerap mempunyai sifat/kemampuan multi-adsorpsi (membersihkan) semua gas pengotor biogas. “Dengan penggunaan filter, kadar gas metana dalam biogas dapat meningkat sebesar 5-20 % dari kadar metana awal,” tandasnya.
Keunggulan lain, lanjutnya, biogas hasil penyaringan mampu meningkatkan efisiensi konversi (pengubahan) energi listrik dengan menggunakan genset. “Energi listrik yang dihasilkan maksimal dan sesuai yang diharapkan,” imbuh dia.
Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Blitar Jawa Timur tersebut menuturkan, filter juga mengurangi potensi korosi pada kompor atau mesin konversi energi lainnya. Untuk pengembangan lanjutan, filter dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pemurnian berbagai macam gas yang bersifat sebagai polutan (penyebab polusi udara), baik di cerobong asap pabrik, kendaraan bermotor dan lainnya.
Satriyo menambahkan, alat berbentuk silinder hasil penelitiannya bersama tim tersebut mengandung material penyerap berbahan padat berbasis material lokal Indonesia. “Kami membuat alat ini dengan komponen utama berasal dari dalam negeri,” tutupnya.

Penerapan Penelitian di Beberapa Daerah
Manfaat sistem pertanian terpadu telah dirasakan di sejumlah kawasan Indonesia. Sistem ini mampu menggerakan usaha peternakan yang dipandang sebagai usaha hulu dan budidaya tanaman pangan sampai pengolahan hasil pertanian sebagai usaha hilir.
Usaha hilir yang berkembang akan memberikan peluang pada usaha hulu agar berkembang lebih besar lagi. Perputaran siklus tersebut akan terus saling menguatkan komponen-komponen kegiatannya dan mampu menekan beban lingkungan akibat pemanfaatan limbah yang dihasilkan.
Kepala UPT BPPTK LIPI Yogyakarta, Hardi Julendra menyebutkan bahwa Sistem Pertanian Terpadu dengan titik tolak alat biogas telah diterapkan di beberapa daerah sebagai lokasi penelitian sejak tahun 2007. “Selain diterapkan di Gunung Kidul dan Bantul (Yogyakarta), sistem tersebut juga telah merambah Wonosobo, Temanggung dan Purwokerto (Jawa Tengah) serta Belu (NTT),” urainya.
Ia berharap, sistem pertanian terpadu yang telah dikembangkan itu mampu berjalan secara berkesinambungan. Tidak hanya berjalan saat penelitian saja, melainkan masyarakat diharapkan mampu menerima alih teknologi dan menggunakannya dalam jangka panjang.
Ditekannya, muara akhir penciptaan sistem pertanian terpadu adalah meningkatkan nilai tambah kehidupan masyarakat. Terutama, kehidupan masyarakat pedesaan maupun perbatasan yang menggantungkan hidupnya pada pertanian. (Purwadi/Humas BKPI LIPI)

Asteroid Pertama Yang Akan Hantam Bumi di Tahun 2014

Mujur, asteroid mendarat di wilayah Samudera Atlantik.
 Muhammad Chandrataruna, Tommy Adi Wibowo

Ilustrasi asteroid sedang menuju ke Bumi (digitaltrends.com)

Seorang pengamat langit di Arizona, Amerika Serikat, berhasil melihat asteroid pertama di tahun 2014 yang menghantam Bumi. Diperkirakan, asteroid itu jatuh di wilayah Samudera Atlantik.

Melansir laman Latin Post, Sabtu 4 Januari 2014, sepanjang malam pergantian tahun, Richard Kowalski menghabiskan waktu untuk melihat objek dekat Bumi dengan menggunakan teleskop 60 inci di dataran tinggi Arizona Mount Lemmon, AS.

Pengamatan Kowalski dimulai pada 31 Desember 2013 pukul 17:16 waktu setempat. Namun, setelah pergantian tahun, tepat pukul 01:16 tanggal 1 Januari 2014, Kowalski menemukan sebuah benda luar angkasa yang berasal dari konstelasi Orion bergerak ke arah Bumi.

Kowalski langsung melaporkan temuannya ke International Astronomical Union's Minor Planet Center (MPC), karena ia sadar benda luar angkasa itu berada di jalur tabrakan dengan Bumi.

Di situs resminya, MPC memastikan benda luar angkasa itu adalah asteroid yang diberi nama 2014 AA. Meski tidak memberikan dampak yang besar, asteroid itu dipastikan sudah menghantam Bumi.

Hal itu dibenarkan berdasarkan perhitungan peneliti Stephen Chesley, dari National Aeronautics and Space Administration's Jet Propulsion Laboratory di Pasedena, AS. Tabrakan asteroid dan Bumi itu terjadi pada pukul 2:30 waktu setempat.

"Posisi jatuhnya asteroid berada di wilayah Samudera Atlantik, yaitu di antara kawasan Amerika Tengah dan Afrika Timur," kata Chesley. 


Sember : vivanews.com
Editor   : Putri

Seorang Mahasiswa Ciptakan Cara Isi Ulang Baterai Ponsel Hanya Dalam 20 Detik

(Eesha Khare penemu isi ulang baterai 20 detik)
STAR BERANTAS, Teknologi terus berkembang dari waktu ke waktu. Salah satu teknologi terbaru adalah teknologi isi ulang baterai ponsel. Kalau selama ini mengisi baterai membutuhkan waktu 1 – 3 jam untuk mengisi ulang baterai hingga penuh, kini untuk mengisi ulang baterai ponsel hanya butuh waktu 20 detik saja. 
Seorang remaja bernama Eesha Khare berusia 18 tahun yang berasal dari Saratoga California berhasil menciptakan cara mengisi ulang baterai ponsel dalam waktu 20 detik. 

Mahasiswa ini berhasil mendapatkan hadiah sebesar 50 ribu USD dari karyanya yang diikut sertakan dalam ajang Intel International Science and Engineering Fair beberapa waktu lalu. Teknologi ciptanya bahkan dapat digunakan untuk mengisi baterai mobil listrik. Dari karyanya ini Khare sudah didekati oleh raksasa teknologi Google. Khare berencana menggunakan uang hadiahnya untuk membantu mendanai pendidikannya di Harvard, ia berharap bisa terus meneliti proyeknya. Tapi saat ini dia belum berencana menjual teknologinya, meskipun tampaknya dia membuka opsi kepada siapa saja yang menginginkannya.

Hasil karyanya berupa superkapasitor yang akan menggantikan baterai ponsel konvensional dalam perangkat elektronik portabel. Dia memang spesialisasi di bidang nanokimia. Di bawah pengawasan Dr Yat Li di Departemen Kimia dan Biokimia, Universitas California, ia merancang, mensintesa, dan menandai sebuah novel core-shell nanorod elektroda dengan terhidrogenasi TiO2 (H-TiO2) core dan polianilin shell, dibuat menjadi perangkat solid-state fleksibel.
Selama uji coba menunjukkan dari 238,5 Farads per gram menghasilkan 20,1 Watt-jam per kilogram, 20540 Watt per kilogram, dan hanya kehilangan kapasitas 32,5% setelah lebih dari 10.000 kali pengisian. Teknologi ini sepertinya akan segera diterapkan di perangkat portabel di masa yang akan datang. Sehingga nantinya pengguna tidak perlu berlama-lama untuk mengisi ulang baterai gadget atau ponselnya.

Editor      : Putri

Cukup Rp 5 Juta, Mobil Ertiga Sudah di Tangan

Ertiga-Siap-Gebrak-Pasar-MPV.jpg

                                                             
STAR BERANTAS, Watampone- Ini dia kabar yang sudah ditunggu-tunggu pecinta Suzuki Ertiga. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya Suzuki Ertiga bertransmisi otomatis sudah dipesan. Tapi, untuk memesan Ertiga matic, pembeli harus memberi tanda jadi sebesar Rp 5 juta. 

Seiji Itayama, Managing Director Suzuki Indomobil Sales, Seiji Itayama yang menyatakan jika booking fee Ertiga matic sudah bisa dipesan. Namun dia menyatakan jika berapa kenaikan harga yang terjadi kali ini. Selain itu, Itayama juga masih enggan memberitahukan kapan waktu peluncuran model tambahan bagi keluarga Ertiga tersebut. 

Pernyataan tersebut juga diamini oleh salah satu petinggi dealer resmi Suzuki di Pondok Indah. "Ada beberapa yang ngebet, ya kita terima dulu, tapi kapan dikirimnya, menunggu keputusan dari SIS. Hal berbeda justru dinyatakan oleh perwakilan Suzuki BSD. "Kami belum memperoleh informasi mengenai Ertiga matic. 

Bos juga masih takut untuk membuka inden pada Ertiga matic. Berbeda dengan Ertiga double blower yang indennya sudah dibuka,” ungkapnya seperti dilansir Tribunews dari Otomotifnet.com. Saat ini, Suzuki Ertiga sendiri dibekali dengan mesin bensin berkapasitas 1.4 liter DOHC, 16 katup VVT dan didukung Multi Point Injection. 

Sistem transmisinya hanya dibekali dengan transmisi manual 5-speed. Sementara fitur unggulannya, diantaranya elektrik power steering, bangku geser di baris kedua dan rem ABS plus EBD di tipe GX.(*) 
Editor : Edi Sumardi 
Sumber : Tribunnews.com

Kerjasama UI-TNI membuat kapal tanpa awak

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menjajaki kerjasama militer dengan Mabes TNI mengenai pemanfaatan kapal tanpa awak dalam pertahanan Indonesia.

"Kerjasama dengan Mabes TNI ini disebut Sea Ghost Project," kata Humas Fakultas Tehnik UI Tikka Anggraeni di Depok, Rabu.

Mahasiswa UI yang terdiri atas mahasiswa Teknik Perkapalan (M Hary Mukti/2009, Aditya Meisar/2009), Teknik Mesin(Ricky/2012), Teknik Elektro (Novika Ginanto/2008, Irvan JP Elliika/2008) dan Ilmu Komputer (M Anwar Ma'sum/2009).

Ia mengatakan konsep Road Map kerjasama tersebut adalah tentang Cyber Warfare dalam pertahanan Indonesia, dimana nantinya kapal tanpa awak ini akan dikendalikan melalui komunikasi satelit.

"Kapal ini digunakan untuk melakukan penyerangan terhadap kapal penyusup," ujarnya.

Menurut dia jika kapal tanpa awak ini terkena serangan hacker atau virus dalam komunikasi datanya oleh penyusup yang menjadikan gerakan kapal tanpa awak ini menjadi kacau atau tak terkendali, maka PUSINFOLAHTA-Mabes TNI akan melakukan perlawanan terhadap virus atau serangan hacker sehingga kapal tanpa awak ini dapat dikendalikan dan memulai penyerangan terhadap kapal musuh ataupun penyusup kembali.

Lebih lanjut ia mengatakan prototipe kapal tanpa awak yang dikerjakan oleh para mahasiswa UI ini ditampilkan di stand Mabes TNI pada acara Indo Defence 2012 yang diselenggarakan di Jakarta International EXPO Kemayoran pada 7-10 November 2012 yang lalu.

Dikatakannya kapal tanpa awak yang diberi nama Makara-02 ini sebelumnya telah meraih penghargaan desain terbaik se-Indonesia dan berhasil melampaui 4 rintangan secara otomatis (fully autonomous) tanpa kendali dibandingkan peserta lain pada Kontes Kapal Cepat Tak Berawak 2012 Kategori Autonomous yang dilaksanakan di Pantai Kartini, Jepara, melalui bimbingan Dosen Perkapalan (Dr. Ir. Sunaryo, M.Sc) dan Dekan FTUI (Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng).

Ia menjelaskan Makara-02 merupakan robot kapal tanpa awak yang dikembangkan dari Makara-01, yaitu robot kapal tanpa awak sebelumnya yang dilombakan di Amerika Serikat, Robot kapal tanpa awak ini berdimensi 4.94ft x x 2.96ft 0.73ft dengan sistem kendali otomatis berdasarkan sensor kamera (image processing).

Dikatakannya aspek kunci dari desain Makara-02 adalah desain berteknologi tinggi yang memperhatikan aspek stabilitas dan hambatan yang sangat rendah merupakan perpaduan antara SWATH (Small Waterplane Area Twin Hull) dan teknologi Wave Piercing sehingga kapal jauh memiliki nilai inovasi yang tinggi dibandingkan dengan peserta lain.

Robot kapal tanpa awak MAKARA-02 ini nantinya akan digunakan sebagai model untuk uji towing tank untuk memprediksi hambatan pada SEA GHOST yang berukuran FLEET CLASS yaitu memiliki panjang kurang lebih 10 m dan memiliki payload lebih dari 2 ton, sehingga stabilitas kapal sangat baik ketika dilengkapi persenjataan dan sistem komunikasi yang canggih.

Perkembangan Kapal tanpa awak ini berkembang pesat di Amerika Serikat, Israel dan bahkan telah digunakan di Singapura. Kinilah saatnya militer kelautan kita bergerak maju demi menjaga ketahanan bangsa Indonesia melalui SEA GHOST PROJECT Universitas Indonesia.
Sumber : Antara